4 Penyakit umum Jantung Berdebar-debar Dan Gejalanya

Melihat orang yang anda suka pastinya akan membuat hati menjadi senang, apalagi jika orang tersebut berjalan mendekati anda; jantung berdebar-debar sampai ingin pingsan rasanya. Tapi, hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan kenapa jantung menjadi berdebar-debar. Terdapat banyak penyebab medis kenapa seseorang tiba tiba mengalami jantung berdebar-debar secara tidak teratur.

Terdapat beberapa penyakit yang berkontribusi dalam menyebabkan jantung berdebar. Bahkan di sertai dengan beberapa gejala lainnya yang menambah penderitaan anda. Jantung sendiri merupakan inti dari manusia, sedikit saja gangguan akan membuat semua sistem tubuh menjadi berantakan. Mengenali kelainan detak jantung sangat penting bagi semua orang, pembiaran akan kejanggalan dalam detak jantung bisa berakibat fatal jika tidak di tangani secara cepat.

Perhatikan detak jantung anda, apakah terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak beraturan. Setiap identifikasi yang tepat akan membawa anda pada solusi yang tepat juga. Yuk kita simak penyebab jantung berdebar-debar dan solusinya.


1. Sakit jantung bawaan

Sakit jantung bawan merupakan istilah umum untuk beberapa kelainan pada jantung yang telah ada sejak dari lahir. Menurut statistik, setidaknya 50 ribu bayi di Indonesia lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya. Berarti di dalam  1.000 kelahiran bayi setidaknya terdapat 7 hingga 8 bayi mempunyai penyakit ini. Masalah ini datang sebelum sang bayi lahir ke dunia dan kelainan muncul saat perkembangan janin di kandungan.

Jantung pada bayi mulai terbentuk pada fase pembuahan dan berbentuk sempurna saat umur kandungan 8 minggu. Kelainan jantung ini muncul di saat 8 minggu pembentukan jantung. Langkah-langkah yang tepat di perlukan untuk menolong pembentukan jantung secara sempurna. Sering kali kelainan jantung ini merupakan hasil dari langkah-langkah perkembangan yang tidak tepat .

Beberapa gejala yang di rasakan penderita sakit jantung bawaan di antaranya:

  • Detak jantung yang tidak beraturan (Aritmia)
  • Bercak biru pada  permukaan kulit, bibir, dan kuku tangan (Cyanosis)
  • Nafas pendek
  • Cepat lelah dengan aktivitas fisik
  • Pembengkakan jaringan tubuh atau organ tubuh (Edema)

2. Aritmia

Aritmia terjadi ketika sinyal elektrik yang masuk ke jantung yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik. Aritmia juga di kenal dengan nama cardiac dysrhythmia, yang merupakan grup dari kondisi di mana detak jantung tidak beraturan, terlalu lambat, atau terlalu cepat. Aritmia akan terasa seperti jantung berdebar-debar atau jantung yang bekerja cepat dan mungkin saja tidak berbahaya. Walaupun begitu, beberapa aritmia akan sangat mengganggu dan tidak jarang menimbulkan gejala yang mirip seperti sakit jantung berbahaya.

Aritmia dapat di rawat untuk mengontrol atau menghilangkan secara cepat degup jantung yang cepat atau lambat. Aritmia dapat di perparah karena jantung yang rusak dan satu-satunya cara alami untuk mengurangi gejala ini adalah dengan menjalani pola hidup sehat bagi jantung anda.

Berikut gejala aritmia jika terjadi pada anda:

  • Jantung berdebar-debar
  • Detak jantung yang terlalu cepat (tachycardia)
  • Detak jantung yang terlalu lambat(bradycardia)
  • Sakit di dada
  • Napas pendek
  • Kepala terasa melayang atau pusing
  • Berkeringat dingin
  • Pingsan atau hampir pingsan

3. Penyakit arteri koroner

Jantung adalah pompa otot yang kuat dan bertanggung jawab untuk mengalirkan 3.000 galon darah ke seluruh tubuh anda setiap hari. Seperti otot lainnya, jantung anda membutuhkan pasokan darah secara terus menerus agar tetap bekerja dengan baik. Jantung sendiri mendapatkan pasokan darah tersebut melalui arteri coroner.

Penyakit arteri coroner sendiri merupakan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri yang biasanya di sebabkan oleh atherosclerosis. Atherosclerosis sendiri adalah penumpukkan kolesterol dan lemak pada dinding bagian dalam arteri. Endapan ini dapat menghambat aliran darah ke otot jantung dengan menyumbat secara fisik arteri tersebut atau menyebabkan fungsi arteri yang tidak sempurna. Tanpa pasokan darah yang cukup, jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi vital agar organ ini bisa bekerja dengan baik. Ketika pasokan darah menjadi hilang sama sekali atau energi yang dibutuhkan oleh jantung lebih besar dari pasokan darah, maka serangan jantung akan terjadi.

Berikut beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit arteri coroner.

  • Sakit, tidak nyaman, tekanan, sesak, mati rasa, atau sensasi terbakar pada dada, lengan, bahu, punggung, perut atas, atau rahang
  • Pusing-pusing
  • Lemah dan cepat lelah
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan dan jantung serasa terbakar
  • Kulit keringatan
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung tidak beraturan
  • Cemas atau perasaan seperti sakit

4. Jantung berdebar-debar karena masalah psikologis

Emosi yang intens bisa memicu pelepasan hormon yang membuat jantung berdebar-debar dengan kencang. Hormon ini membuat tubuh anda menjadi siaga terhadap ancaman meskipun tidak sedang dalam bahaya. Jika anda berada pada kondisi stress untuk waktu yang cukup lama, maka jantung anda akan terus berdegup kencang dari frekuensi normal atau bahkan memicu degupan ekstra.

Penyebab terjadinya palpitasi

  • Stres, kecemasan berlebih, atau panik
  • Dehidrasi
  • Rendah kadar potasium
  • Gula darah rendah
  • Terlalu banyak kafein, cokelat atau alkohol
  • Demam

Normalnya, detak jantung akan meningkat ketika anda melakukan aktivitas fisik yang tinggi. Anda mungkin akan merasakan palpitasi sebelum dan setelah olah raga namun tidak di saat berolah raga. Palpitasi sendiri merupakan keluhan yang umum terjadi di dunia medis dan biasanya penderita mengalami stres yang tinggi sebelumnya. Pada beberapa kasus palpitasi, penyakit ini sulit untuk di rawat karena sumber penyakit terkadang berasal dari keadaan psikis penderita.

Gejala-gejala yang terjadi jika anda mengalami palpitasi.

  • Detak jantung tiba-tiba terhenti sebentar
  • Jantung berdebar-debar dengan kencang
  • Jantung berdegup sangat keras
  • Terasa sesak pada tenggorokan, leher, atau dada

Jika gejala di atas terjadi pada anda, sebaiknya gunakan pertolongan pertama untuk mengatasi kasus seperti ini.

Tarik napas yang dalam dan hembuskan pelan-pelan. Duduk dengan posisi rileks dan tarik napas dalam-dalam lalu keluarkan sembari mata ditutup. Taruh salah satu lengan pada dada dan bernapas pelan-pelan melalui hidung. Rasakan dada anda mengembang dan mengempis lalu keluarkan napas melalui hidung atau mulut –yang manapun anda rasa nyaman, dan lakukan berulang kali.

Ada kalanya jantung berdebar-debar secara tiba-tiba di saat anda tidak menduganya. Untuk mengatasi ini anda bisa mencoba mengatasinya sendiri dengan beberapa manuver. Namun, jika manuver ini tidak bekerja dan gejala masih tetap terjadi maka minta bantuan seseorang untuk membawa anda ke UGD.

  1. Manuver valsava – Cubit hidung anda dengan jari hingga tertutup. Tutup juga mulut rapat-rapat kemudian coba bernafas dengan paksa melalui hidung .
  2. Jongkok – Cengkeram otot perut dan otot bokong anda seolah-olah hendak buang air besar dan mulai posisi jongkok untuk melakukan manuver ini.
  3. Air dingin – Percikkan air dingin pada wajah anda atau rendam muka anda dengan air dingin yang di tampung pada wadah.

Jika teknik pertolongan pertama ini tidak bekerja dan palpitasi masih mengganggu, anda sebaiknya mengambil pilihan medis. Obat-obatan seperti beta blocker biasanya digunakan untuk mengatasi palpitasi jantung. Namun cara terbaik adalah dengan minta bantuan pada orang lain untuk membawa anda menemui dokter.

Tinggalkan Balasan