Daftar Lagu Daerah Populer Di Indonesia Dan Sejarahnya

Generasi kita saat ini mempunyai kekayaan pilihan akan musik dan berbagai jalan untuk menjelajahinya ketika mengembangkan musik menurut selera masing-masing. Bagaimanapun juga, saat di dalam perjalanan mencari genre musik yang akan menolong dalam pembentukan identitas pribadi kita sering kehilangan arah. Kebanyakan dari kita sering melupakan bahwa tradisi yang telah berabad lamanya telah memberikan pengaruh yang besar terhadap banyak generasi sebelum kita dan hal tersebut adalah lagu daerah.

Lagu daerah merupakan istilah umum yang di kaitkan untuk musik-musik atau lagu yang berasal dari beberapa ratus tahun yang lalu dan tetap bertahan sebagai identitas untuk kelompok di area tertentu. Lagu daerah sendiri mencakup berbagai macam jenis, Bahasa, dan musik yang berbeda-beda tanpa adanya keterikatan terhadap satu jenis. Luasnya pengertian lagu daerah di satukan oleh ikatan antara manusia dengan lahirnya lagu tersebut. Lagu daerah adalah lagu masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat tersebut. Lagu daerah adalah lagu yang terikat karena kesamaan rasa, pengalaman, dan pemikiran yang sama.

Pada artikel kali ini, kita akan melihat lebih dalam lagu daerah dan sejarah munculnya lagu-lagu tersebut, juga melihat bagaimana lagu daerah memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia.


Lagu daerah Papua – Apuse

Lirik lagu Apuse

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar

Arafabye aswarakwar

Apuse adalah salah satu lagu daerah yang paling banyak di hafal oleh masyarakat Indonesia, baik dari Sabang sampai Merauke. Saking hafalnya, cukup dengan beberapa irama musik saja kita sudah bisa mengenali lagu ini dengan baik. Lagu apuse sendiri menceritakan tentang seorang cucu yang hendak merantau ke negeri seberang dan mengucapkan selamat perpisahan pada kakek dan nenek nya. Lokasi yang di dapat dari lagu adalah Doreri, sebuah teluk yang berada di Manokwari, Papua Barat.


Lagu daerah Maluku – Rasa Sayange

Lirik lagu rasa sayange

Rasa sayang e

Rasa sayang-sayang e

E… lia Ambon jau

Rasa sayang sayang e

 

Mana kancil akan dikejar

Ke dalam pasar cobalah cari

Masih kecil rajin belajar

Sudah besar senanglah diri

Senanglah diri si Amat mengaji tamat

Mengaji Qur`an di waktu fajar

Biar lambat asal selamat

Tak kan lari gunung dikejar

 

Kalau ada sumur di ladang

Boleh kita menumpang mandi

Kalau ada umurku panjang

Boleh kita berjumpa lagi

Lagu rasa sayange sempat booming lagi setelah di klaim oleh Malaysia sebagai lagu daerah mereka. Namun, sejarah tidak bisa di ubah dan fakta bahwa Rasa Sayange adalah lagu rakyat Maluku tidak bisa di pungkiri. Lagu ini sendiri secara turun-temurun telah di dendangkan oleh masyarakat Maluku hingga saat ini. Rasa sayange ini sendiri merupakan curahan dan ungkapan rasa sayang seseorang kepada lingkungan dan masyarakat tempat ia tinggal. Pada tahun 1962, lagu rasa sayange masuk dalam daftar lagu daerah yang di rekam dalam piringan hitam dan di produksi secara masal untuk di jadikan suvenir Asian Games ke-4 di Jakarta.


Lagu daerah Betawi – Jali-Jali

Lirik lagu jali-jali

Ini dia si jali-jali

Lagunya enak, lagunya enak merdu sekali

Capek sedikit tidak peduli sayang

Asalkan tuan, asalkan tuan senang di hati

 

Palinglah enak si manga udang

Hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang

Palinglah enak si orang bujang sayang

Kemana pergi kemana pergi tiada yang m`larang

Di sana gunung di sini gunung

Hei sayang disayang di tengah-tengah di tengah-tengah kembang melati

Di sana bingung di sini bingung sayang

Samalah sama samalah sama menaruh hati

 

Jalilah jali  dari Cikini sayang

Jali-jali dari Cikini jalilah jali sampai di sini

Lagu Jali-jali di yakini berasal dari keturunan China Peranakan Jakarta yang menggunakan Gambang Kromong sebagai alat musiknya. Namun bagi sebagian lain masyarakat Betawi asli, lagu jali-jali dianggap sebagai budaya mereka. Terlepas dari konflik tersebut, jali-jali mempunyai sejarah dan makna tersendiri. Jali-jali adalah tanaman yang biasa tumbuh dan di pelihara oleh masyarakat Betawi pada halaman rumah.

Jali-jali sendiri mempunyai banyak kegunaan, mulai dari bahan untuk membuat bubur, untuk mainan, dekorasi rumah, hingga menjadikannya tasbih.


Lagu daerah Jawa Tengah – Gundul-gundul pacul

Lirik lagu gundul-gundul pacul

Gundul-gundul pacul, gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan

 

Bakul glempang segane dadi salatar

Bakul glempang segane dadi salatar

 

Gundul-gundul pacul cul gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan

 

Bakul glempang segane dadi salatar

Bakul glempang segane dadi salatar

 

Gundul-gundul pacul menambah daftar lagu daerah yang berasal dari Jawa Tengah dan semakin populer karena sering di bawa ke pentas seni baik di daerah Jawa sendiri maupun di luar Jawa. Pencipta lagu gundul pacul (Sunan Kali Jaga) menulis lagu ini lengkap dengan berbagai kiasan di dalam setiap liriknya.

Lagu ini memberikan 4 poin penting yang tersirat pada setiap lirik. Poin pertama yaitu tentang pemimpin yang amanah, di mana pemimpin yang sebenarnya mengusahakan kesejahteraan rakyatnya. Poin kedua yaitu tentang rasa bertanggung jawab sebagai pemimpin, lalu poin ketiga bercerita tentang penggunaan kekayaan untuk kepentingan bersama. Terakhir, poin ke-empat menjelaskan tentang kesombongan yang akan membawa petaka bagi orang banyak.


Lagu daerah Kalimantan Selatan – Ampar-ampar pisang

Lirik lagu ampar-ampar pisang

Jari kaki sintak, dahulukan masak-masak

Jari kaki sintak, dahulukan masak-masak

 

Ampar-ampar pisang, pisangku belum masak

Masak sabigi dihurung bari-bari

Masak sabigi, dihurung bari-bari

Mangga lepak, manga lepok

Patah kayu bengkok

Bengkok dimakan api, apinya cangculupan

Bengkok dimakan api, apinya cangculupan

Lagu ini awalnya tercipta karena salah satu masyarakat Kalimantan Selatan dahulunya menyanyi saat membuat panganan dari pisang yang di beri nama rimpi. Secara spontan orang tersebut mendendangkan lirik lagu ampar-ampar pisang hingga menjadi lagu seperti yang kita nikmati saat ini. Pada lirik awal terdapat kata bari-bari yang berarti sejenis serangga kecil bersayap yang suka hinggap pada pisang yang telah matang secara bergerombolan. Ini melambangkan anak-anak kecil yang suka dengan kue rimpi dan mencurinya saat masih dalam proses pembuatan. Untuk menakut-nakuti anak-anak itu, maka terselip lirik “dikitp bidawang” yang artinya digigit biawak agar kue rimpi tidak dicuri lagi.


Lagu daerah Minangkabau – Ayam Den Lapeh

Lirik lagu ayam den lapeh

Luruihlah jalan Payakumbuah

Babelok jalan kayu Jati

Dima hati indak karusuah

Ayam den lapeh ai ai ayam den lapeh

 

Mandaki jalan Pandai sikek

Basimpang jalan ka Biaro

Dima hati indak kamaupek

Awak takicuah ai ai ayam den lapeh

 

Sikua capang, sikua capeh

Saikua tabang, saikua lapeh

Tabanglah juo nan karimbo

Oi lah malang juo

 

Pagaruyuang Batusangka

Tampke bajalan urang Baso

Duduak tamanuang tiok sabanta

Oi takana juo ai ai ayam den lapeh

Siapa yang tidak kenal dengan lagu Minang yang satu ini, malang melintang di telinga setiap telinga orang-orang di seluruh Indonesia bahkan sampai ke seluruh dunia. Lagu Ayam Den Lapeh sangat menggambarkan kebudayaan Minangkabau, yaitu berpantun dalam mengungkapkan suatu permasalahan. Ayam den lapeh sendiri memberikan gambaran tentang perilaku seseorang yang teramat sial hidupnya karena mengejar sesuatu yang tidak pasti. Tidak hanya kehilangan sesuatu yang berharga bagi dirinya, namun juga hal yang dikerjarnya juga tidak di dapatkan. Lagu ini sendiri merupakan kiasan bagi orang-orang yang terlalu terbawa nafsu dan tidak mau bersyukur atas apa yang di miliki, orang Minang juga sangat menjunjung tinggi kebiasaan berfikir sebelum berbicara agar tidak kualat.


Daftar lagu daerah lain yang paling sering dicari

Lagu daerah di Indonesia memiliki jumlah ratusan hingga ribuan banyaknya, namun di setiap daerah mempunyai beberapa lagu andalan yang akan dihapal dan dinyanyikan oleh semua orang. Berikut daftar lagu daerah yang paling sering dicari:

  • Anak kambing saya
  • Cublak-cublak suweng
  • Injit-injit semut
  • Naik-naik ke puncak gunung
  • Si patokaan
  • Tokecang
  • Yamko rambe yamko
  • Butet
  • Bunga tanjung
  • Alusi au
  • Angina mamiri
  • O ina ni keke
  • Bungong jeumpa
  • Lancang kuning
  • Dek sangke
  • Es lilin

Dari sekian banyak lagu daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, anda pastinya memiliki lagu daerah favorit yang selalu di nyanyikan pada generasi berikutnya. Namun, daftar lagu daerah di atas merupakan lagu-lagu yang paling sering di nyanyikan di belahan Indonesia manapun.

Tinggalkan Balasan