Macam-macam Enzim Di Sistem Tubuh Manusia Dan Fungsinya

Enzim merupakan protein yang dapat di temukan pada sel-sel yang ada pada tubuh. Enzim mempunyai fungsi menciptakan reaksi kimia dalam tubuh manusia dengan mempercepat laju reaksi (katalisator) tersebut untuk menopang kehidupan manusia secara biologis.

Enzim di dalam tubuh mempunyai tugas yang sangat penting, terutama dalam pembentukkan otot, menghancurkan racun, dan memecahkan makanan yang masuk ke dalam tubuh hingga dapat di pergunakan sebagai bahan bakar metabolisme.

Setiap sel yang ada di tubuh manusia memiliki DNA, dan sel-sel tersebut akan membelah diri berikut dengan DNA tadi. Dalam proses replika DNA oleh tubuh diperlukan enzim untuk memungkinkan hal ini terjadi. Cara kerja enzim secara sederhana digambarkan seperti gembok dan kunci. Substrat-substrat yang aktif berinteraksi dengan enzim, setelah substrat saling mengunci pada posisi yang pas maka proses katalis bisa di mulai. Tidak lupa, enzim ini hanya dapat bekerja pada kondisi tertentu. Normalnya suhu terbaik agar enzim bisa bekerja adalah 37 derajat celcius. Enzim tetap bisa bekerja dengan suhu lebih rendah dari itu, tapi dengan kecepatan yang rendah.

Apapun kasusnya, terdapat setidaknya 1300 enzim di tubuh manusia yang bertanggung jawab untuk menyokong kehidupan dan setiap enzim mempunyai fungsi masing-masing. Di sini, kita akan membahas macam-macam enzim yang berperan pada 2 sistem utama di tubuh manusia.


Macam-macam enzim pada sistem pencernaan

Enzim yang terdapat pada sistem pencernaan adalah kumpulan dari enzim-enzim yang menghancurkan makromolekul polimerik menjadi bagian-bagian yang lebih halus agar kemudian dapat di serap oleh tubuh. Enzim sistem pencernaan dapat di temukan pada sistim pencernaan hewan (termasuk manusia) dan tanaman karnivora. Enzim ini berperan dalam membantu penghancuran makanan yang masuk ke dalam tubuh termasuk penghancuran lebih lanjut pada tingkat sel.

Terdapat 4 bagian penting proses dalam sistem pencernaan manusi

Mulut

Substansi makanan kompleks yang di konsumsi oleh manusia dan hewan harus di pecah menjadi substansi yang sederhana, mudah larut, dan mudah berbaur sebelum bisa di serap oleh tubuh. Pada rongga mulut, kelenjar ludah mengeluarkan beberapa enzim dan substansi yang membantu penghancuran makanan dan juga di infektasi makanan kompleks tadi.

Enzim-enzim yang terlibat dalam penghancuran makanan di mulut yaitu:

  • Enzim lipase
  • Enzim amilase
  • Lisozom

Perut

Perut mempunyai peranan yang besar dalam sebuah sistem pencernaan, baik dalam proses penghancuran mekanik maupun kimiawi oleh enzim. Terdapat dua enzim penting yang di hasilkan oleh lambung, yaitu:

  1. Pepsin – Enzim ini adalah enzim utama yang di produksi oleh sel yang di beri nama “sel ketua” yang merupakan bentuk tidak aktif dari pepsinogen, yang merupakan zymogen. Ketika makanan sampai ke lambung, maka lambung akan mengubah pepsinogen menjadi bentuk aktifnya, yaitu pepsin. Pepsin tadi menghancurkan makanan yang telah di hancurkan di mulut menjadi substrat yang lebih sederhana lagi seperti peptid dan asam amino. Pencernaan protein pertama kali terjadi di lambung, tidak seperti karbohidrat dan lipid yang proses pencernaannya di mulai dari mulut.
  2. Lipase lambung – Lipase pada lambung merupakan lipase yang bersifat asam yang di keluarkan oleh sel ketua pada lambung. Sel-sel ini terdapat di mukosa fundic di perut dan mempunyai pH sekitra 3-7. Lipase lambung dengan lipase lingual akan bekerja sama tanpa bantuan dari asam bile atau kolipase agar aktifitas enzim menjadi optimal.

Pankreas

Pancreas merupakan kelenjar endokrin dan kelenjar eksrokrin di saat bersamaan. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi hormone endokrin yang di lepaskan pada sistem sirkulasi tubuh –seperti insulin dan glucagon, yang nantinya akan mengontrol metabolisme glukosa. Kelenjar ini juga mengeluarkan jus pankreatis melalui saluran pancreas ke dalam duodenum.

Enzim-enzim yang di keluarkan pancreas tersebut di antaranya:

  • Tripsinogen
  • Chymotrypsinogen
  • Carboxypeptidase
  • Elastase
  • Lipase pankreatik
  • Sterol esterase
  • Phospholipase
  • Nuclease
  • Amilase pankreatik

Usus kecil

Enzim-enzim berikut di produksi pada duodenum

  • Sekretin – hormon endokrin ini di produksi oleh duodenum  yang bernama “Sel S” sebagai respon dari sifat asam yang di hasilkan oleh substansi lambung.
  • Choleosistokinin (CCK) – adalah peptisida ini di keluarkan oleh sel duodenum bernama “sel I” sebagai respon dari subsatnsi lambung yang mengandung lemak tinggi atau protein. Tidak seperti sekretin, CCK bekerja melalui stimulasi sirkuit neuron.
  • Peptide penghambat asam lambung – peptide ini mengurangi motilitas dan di produksi oleh sel mukosa duodenum
  • Motilin – substansi ini meningkatkan motilitas usus halus melalui reseptor khusus.
  • Somatostatin – hormone ini diproduksi oleh mukosa duodenum dan sel delta dari pancreas.

Enzim pada sistem pernafasan sel

Sistem pernapasan sel adalah proses di mana sel-sel mengubah glukosa menjadi karbon dioksida dan air. Pada prosesnya, energi dalam bentuk molekul yang di beri nama adenosine tripospat atau ATP di lepaskan. Karena oksigen di perlukan untuk proses ini, maka respirasi tingkat sel juga tergolong pada reaksi pembakaran dimana molekul organic (glukosa) di oksidasi, atau di bakar, melepaskan energi selama prosesnya.

Sel-sel memerlukan energi ATP untuk melakukan semua fungsi yang di perlukan untuk hidup. Jika tubuh tidak mengganti ATP yang hilang dan terpakai selama respirasi sel, maka tubuh akan menggunakan semua bobot tubuh yang ada untuk menggantikan pasokan ATP tersebut. Respirasi sel sendiri mempunyai tiga tahap dasar, yaitu glikolisis, siklus asam sitrat, dan oxidase phosphorylase.

Tahap 1 – Glikolisis

Langkah pertama dari reaksi respirasi berlangsung pada cytoplasma atau cairan dari sel. Glikolisis terdiri dari 9 reaksi kimia yang berbeda-beda yang mempunyai katalis dari enzim yang berbeda. Kunci dari proses glikolisis adalah enzim dehydrogenase dan koenzim yang di sebut NAD+. Dehydrogenase mengoksidasi glukosa dengan melepaskan dua elektron dan memindahkannya pada NAD+. Pada proses ini, glukosa di bagi menjadi dua molekul piruvat, yang akan melanjutkan reaksi.

Tahap 2 – Siklus asam sitrat

Langkah kedua dari repirasi sel berlangsung pada organel sel yang bernama mitokondria. Karena sel ini berperan dalam memrpoduksi ATP, maka mikondria juga di sebut sebagai pabrik tenaga untuk sel-sel di tubuh. Sebelum siklus asam sitrat di mulai, piruvat di rubah menjadi substansi yang mengandung energi tinggi dengan nama asetil koenzim A atau asetil –CoA.

Enzim-enzim tertentu yang terletak menyebar di mitokondria menjadi sumber tenaga bagi banyak reaksi yang akhirnya membangun siklus krebs tersebut dengan cara menyusun kembali ikatan kimia dan berperan pada lebih banyak reaksi redoks. Pada siklus yang komplit, elektron yang membawa molekul meninggalkan siklus asam sitrat dan memulai langkah ke-tiga.

Tahap 3 – Phosporilasi oksidatif

Langkah terakhir  dari respirasi sel juga di beri nama rantai transportasi elektron. Ini adalah situasi di mana hasil dari pengeluaran energi tadi terjadi pada sel. Selama proses ini, oksigen menggerakkan perpindahan rantai elektron ke seluruh membran dari mitokondria. Proses transfer elektron ini memberikan tenaga pada enzim sintase ATP untuk memproduksi 38 molekul ATP.

Enzim pada sistem pernapasan sel sendiri berperan sebagai katalis dari reaksi kimia tanpa mengubah enzim itu sendiri menjadi substrat lain. Enzim yang berbeda merupakan katalis yang berbeda untuk setiap reaksi sel. Peran utama dari enzim  selama reaksi respirasi adalah untuk membantu transfer elektron dari satu molekul ke molekul lainnya. Perpindahan ini dinamakan reaksi redoks di mana kekurangan elektron dari satu molekul (oksidasi) harus persis sama dengan tambahan elektron dari substansi lainnya (reduksi).

Tinggalkan Balasan